Kelebihan Shalat Hajat serta Dhuha

Dalam makna yang cukup simpel, pengertian shalat dapat disimpulkan seperti berikut : Shalat yaitu beribadah yang diawali dengan takbir serta disudahi dengan salam. Tidak kecuali apakah shalat harus (duhur, asar, maghrib, isya’ serta subuh) atau shalat sunnah yang disarankan oleh Rasulullah seperti shalat sunnah istikharah, sholat tahajjud, sholat hajat, sholat dhuha dan sebagainya.

Saat seorang juga akan melakukan shalat, jadi diharuskan terlebih dulu untuk ambil wudlu’. Dalam satu kitab dijelaskan kalau wudlu’ yaitu nur – al wudlhuu nur – (sinar). Orang yang usai ambil wudlu’ juga akan mempunyai aura, muka yang berseri-seri dihadapan Allah baik didunia atau di akhirat demikian halnya juga akan terlihat di mata manusia.

Mengapa seorang yang juga akan melakukan shalat diharuskan untuk ambil wudlu’ terutama duhulu? Karna shalat adalah terminal raga serta keperluan jiwa manusia untuk menuju Sang Khaliq. Shalat yaitu adalah sinar yang berkilauan dalam hati orang yang beriman, yang pancarkan cahaya pada berwajah serta tercermin dalam tingkah dalam kehidupan keseharian. Shalat jadi alat komunikasi segera pada seseorang hamba dengan Allah. Jadi begitu pas sekali bila seorang juga akan minta suatu hal apa sajakah, lebih persisnya dengan lakukan shalat. Shalat harus atau sunnah.

Dalam logika kita, bila dalam pandangan Tuhan telah ada pada tempat yang mulia (maqamam mahmudah), dengan automatis di mata manusia derajatnya semakin lebih mulia. Dapat kita tilik sebagian prestasi yang sudah diraih oleh beberapa orang yang berusaha untuk menunjukkan janji Allah yang dalam Al-Qur’an. Yaitu Prof Muhammad Saleh dengan bukunya Therapy Tahajjud atau bukunya penulis buku ini yang Berjudul Mukjizat Tahajjud serta Subuh serta banyak contoh-contoh beda yang berhasil lewat therapy lewat shalat.

Seperti yang kita kenali dengan, kalau manusia memiliki bebrapa keperluan, serta bebrapa keperluan itu tidak (sempat) ada habisnya. Bahkan juga sehari-hari keperluan seorang makin bertambah serta tidak dapat dihentikan, terkecuali oleh kematian. Oleh sebab tersebut saat kita memerlukan sesutau, shalat disini juga akan memerankannya. Jadi kerjakanlah shalat-shalat sunnah (tanpa ada mesti tidak pedulikan kecintaannya pada shalat fardu yang lima saat) seperti yang disarankan oleh Nabi Muhammad SAW.

Umpamanya saat seorang bingung dalam pilih suatu hal untuk dikerjakan –ada dua pilihan keduanya sama jadi pilihan– seperti ingin lamar pekerjaan, pilih jodoh, atau yang lain-lainnya, jadi disarankan untuk shalat istikhara ; memohon pada Allah untuk diperlihatkan mana yang paling baik. Lalu terasa Anda berbuat banyak dosa, banyak lakukan hal yang dilarang oleh agama –selama kekeliruan yang diperbuat tak ada hubungannya dengan sesama manusia– jadi shalatlah taubat ; minta ampunan pada Allah atas semua dosa yang diperbuatnya. Ada pula saat mereka terserang musibah yang berbentuk kesusahan dalam peroleh makanan dikarenakan oleh kekeringan dikarenakan oleh lamanya tak ada hujan, jadi kerjakanlah shalat istisqa’ ; minta pada Allah cucuran air hujan dari langit untuk membasahi bumi.

Mukjizat Dhuha

Bila kita amati di sekitar kita, tiap-tiap pagi tiap-tiap orang didunia disibukkan dengan usaha, kesibukan serta masalahnya semasing. Tak tahu itu bekerja di kantor yang jadi pegawai, ngajar disekolah yang berprofesi jadi guru, mencari penungpang yang jadi sopir atau becak, mencari berita untuk yang jadi wartawan, menaiki perahu untuk yang nelayan serta pergi kesawah sembari membawa cangkul untuk yang pekerjaannya hidupnya jadi petani, ada yang ke pasar, ke took serta beda sebagainya. Semuanya yaitu pekerjaan yang baik karna ingin bekerja serta berkarya. Karna bila kita baca histori, semuanya beberapa Nabi berusaha keras. Tak ada Nabi yang kerjanya cuma menanti keajaiban rejeki yang datang dari langit. Namun ditengah kesibukannya – sebelumnya mulai usahanya – beberapa utusan Allah itu lakukan permintaan pada Allah untuk dilancarkan usahanya. Seperti lakukan shalat dhuha atau yang lain.

Saat dhuha yaitu saat yang penuh dengan fadhilah, terlebih untuk memulai kesibukan, baik yang berbentuk duniawi (usaha) atau yang berbentuk ukhrawi. Mengapa dimaksud saat yang penuh fadilah? Karna waktu itu manusia repot dengan usuhanya sendiri-sendiri serta kadang-kadang lupa juga akan Tuhannya, kelihatannya yang mereka kerjakan yaitu hasil jerih usuhanya sendiri. Mereka banyak yang lupa kalau rejeki yang ia peroleh yaitu datang serta adalah anugerah (memberian) dari Allah.

Hingga sekarang ini, shalat dhuha di kenal banyaknya orang jadi satu diantara shalat untuk memperlancar rejeki serta dapat perpanjang usia. Banyak orang yang berhasil didunia ini yang keluar dari (madrasah) shalat dhuha serta shalat sunnah beda seperti tahajjud. Karna Rasulullah menyarankan untuk pengikutnya sebelumnya beraktivitas seharus shalat dhuha terlebih dulu. Shalat dhuha jadi pintu awal untuk keberhasilan seorang dalam aktivitasnya. Karna dhuha adalah media untuk minta suatu hal pada Sang Rahman serta Sang Rahim.

Buku ini perlu di baca karna juga akan banyak menolong beberapa pembaca dalam lakukan revolusi mendasar pada tiap-tiap diri, keluarga serta orang-orang biasanya. Selamat membaca!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *