Konflik Rohingya Bukan Konflik Agama

Banyak sekali yang menganggap konflik Rohingya merupakan konflik Agama. Padahal aslinya bukan hanya karena itu. Kalau misal karena agama, sudah dari awal dulu konflik terjadi. Bisa-bisanya media menyebar hal demikian kan jadi panas gerah hawanya. Takutnya api yang tadinya masih kecil berkobar-kobar dan meledak-ledak. Khususnya media independen yang sering ngumbar judul click bait atau berita opini. Ntar yang ada bakalan kisruh di mana-mana, wihara atau klenteng bisa di-demo.

Kalau konflik Rohingya soal agama, terus ngapain Bangladesh (mayoritas Muslim) menolak menerima etnis Rohingya. Malaysia dan Thailand pun sudah menutup untuk tidak menerima pengungsian. Akar masalah konflik ini sejatinya kompleks, awalnya ETNIS Rohingya tak diakui Myanmar, adanya SDA di kawasan konflik, dugaan pemerkosaan antara yg dilakukan etnis Rohingya dan dibalas oleh Budha Radikal dengan pembunuhan, dan sebagainya.

konflik rohingya di myanmar

Konflik sejatinya adalah konflik etnis Burma dan Rohingya, karena Rohingya tak diakui sebagai bagian negara Myanmar, tak dijinkan bersuara dalam pemilihan umum, perebutan tanah kaya SDA, dianggap sebagai beban tambahan bagi kalangan elit, merasa dikepung negara muslim besar Bangladesh, Malaysia, Indonesia. Wilayah Rakhine sendiri terdiri dari Budha dan Islam (kalangan masyarakat kurang mampu). Di Myanmar sendiri ada empat agama, Budha, Hindhu, Kristen, dan Islam.

berita teknologi terbaru: https://tekno-hp.blogspot.co.id/

Sedang muslim Myanmar asli disebut Pathi dan muslim China atau Panthay. Kalau aku mikirnya kok malah atas motif ekonomi kalangan elit yang merampas tanah untuk dikuasai yg jelas jelas kaya SDA dan posisi strategis …
.
.
Kasus ini bukan konsentrasi muslim saja, tapi seluruh manusia … untuk mendesak pemerintah Myanmar menerima ETNIS Rohingya dan menghentikan kejahatan genosida yang dilakukan kepada etnis Rohingya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *